Kemunculan Penerbit Indie di Era Millenial

Jika kamu ingin menerbitkan karya atau buku sendiri tanpa melalui proses yang sulit, maka kini mulai hadir penerbit indie sebagai solusinya. Akhir-akhir ini kita banyak mendengar perihal penerbit Indie. Namanya seperti tidak asing lagi, kemunculan penerbit Indie masih simpang siur dan tak jarang dari kita salah mengartikan nya. Maka dari itu,  mari kita cari tahu apa sebenarnya penerbit Indie itu?

Penerbit Indie

Jika naskah mu tidak lolos diterbitkan pada penerbit besar, jangan hilang harapan. Kamu masih bisa berkesempatan untuk menerbitkan buku di penerbit Indie. Karena tujuan penerbit Indie adalah untuk menyampaikan setiap gagasan dalam bentuk buku. Memang pada fakta nya penerbit Indie hanya mencakup pasar kecil dalam dunia perbukuan, tapi penulis dapat memasarkan buku dengan bebas tanpa terikat lagi dengan penerbit.

Penerbit Indie disebut juga sebagai Penerbit Independent, atau penerbit yang berdiri sendiri. Namun tentunya, penerbit Indie memiliki perbedaan dengan Self-Publishing. Penerbit Indie dapat langsung menerbitkan naskah tanpa harus melalui proses yang rumit. Menerbitkan buku lewat penerbit Indie menjadi salah satu alternatif cepat untuk menerbitkan karya kita. Biasanya, penerbit Indie juga menyediakan jasa paket untuk editor, layouter, dan desainer. Jika kita memilih penerbit Indie untuk menerbitkan buku kita, maka penulis akan dikenai biaya pada awal proses penerbitan buku. Tentunya biaya awal dikeluarkan oleh penulis. Namun penerbit Indie tidak ikut andil untuk memasarkan buku ke toko-toko buku terdekat. Penerbit Indie akan membantu memasarkan buku lewat media, wesbsite, atau jejaring sosial media yang mereka punya. Ketika buku sudah diterbitkan, penulis masih harus gencar memasarkan buku nya sendiri kepada khalayak. Namun, untuk hasil penjualan buku akan dipegang seluruhnya oleh penulis dan penerbit tidak akan mendapatkan keuntungan nya. Jadi, penulis hanya perlu mengeluarkan biaya diawal proses penerbitan nya saja.

Selain proses yang cepat dan tidak rumit, penerbit Indie memberi kemudahan kepada penulis pemula. Penulis juga tidak perlu khawatir dengan pengurusan ISBN atau International Standard Book Number. Pengurusan ISBN akan diurus di Perpustakaan Nasional. Penerbit Indie juga biasanya mereka menyediakan fasilitas dalam pengurusan ISBN. Pastinya kita sebagai penulis ingin buku kita terdaftar dalam ISBN, maka pilih lah penerbit Indie yang sekaligus menyediakan fasilitas tersebut. Karena pengurusan ISBN tidak dapat diurus perseorangan, pengurusan ISBN ini harus melalui penerbit buku.

Penerbit Indie menjadi pilihan yang bagus karena syarat menerbitkan buku yang mudah. Asal naskah tidak berisi pronografi dan SARA, maka naskah siap diproses untuk diterbitkan. Biasanya penerbit Indie juga memilih aliran-aliran tertentu dalam menerbitkan buku, contoh nya seperti hanya menerbitkan fiksi / novel, buku pelajaran, atau autobiografi, dan lain-lain. Maka dari itu kita harus tepat dalam memilih perusahaan penerbit Indie yang akan menjadi wadah untuk menerbitkan buku kita. Karena penerbit Indie cenderung pada aliran-aliran tertentu, maka mereka dapat mengetahui target pasar dengan tepat. Seperti salah satu perusahaan penerbit Indie yaitu Indie Book Corner yang hanya menerbitkan naskah-naskah seperti sastra, novel, atau puisi yang berkualitas tinggi. Maka buku yang diterbitkan akan di pasarkan kepada komunitasnya yaitu komunitas sastra Indie Book Corner.

Kemunculan penerbit Indie menjadi warna baru dalam dunia penerbitan. Penulis semakin diberi kemudahan untuk dapat menerbitkan karya nya sendiri. Penulis juga diberi ruang kebebasan dalam memasarkan bukunya, ditambah keuntungan yang tidak akan dibagi dua kepada penerbit. Jadi kamu tidak perlu merasa ragu untuk memilih penerbit Indie sebagai penerbit buku baru mu. Sekarang kamu dapat mempertimbangkan penerbit Indie sebagai wadah menerbitkan karya mu. Penerbit Indie yang bisa kamu jadikan pilihan seperti penerbit Deepublish, Indie Publishing, Indie Book Corner, Nerbitkan Buku, dll. Hingga saat ini penerbit Indie sudah mulai tersebar di Indonesia, seperti Jakarta, Depok, Yogyakarta, Surabaya, dan masih banyak lagi. Jadi dimanapun kamu berada seharusnya tidak menghambat kamu untuk berkarya. Selamat menerbitkan buku!


Sumber :

Intan, Novia. 2019. Perbedaan Penerbit Indie, Self-Publishing, dan Mayor. Tersedia pada : <https://penerbitdeepublish.com/perbedaan-penerbit-indie-self-publishing-dan-mayor/> [Diakses 2 Februari 2021]

Intan, Novia. 2019. Penerbit Indie - Ketahui Cara Memilihnya. Tersedia pada : <https://penerbitdeepublish.com/memilih-penerbit-indie/> [Diakses 2 Februari 2021]

Hutauruk, Damar. 2015. Dunia Penerbitan : Buku Indie Ikut Bersaing. (hlm 11) dalam Harian "KOMPAS".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Argumentasi - Pengaruh Gadget